Tak habis pikir aku
kenapa kau suka mengumpamakan kita
seperti dua sisi mata koin,
selamanya bakal bersatu.
Tak kah kau sadari dua sisi itu tak pernah saling menatap?
Bahkan tak saling sentuh meski begitu dekat.
Tak habis pikir juga aku
kenapa kau selalu menganggapku seperti
seutas tali mengikat sapu lidi
membuatmu tak bebas menciumi tanah.
Tidakkah terpikir olehmu
seutas tali itu kini hampir terputus
karena harus terus menerus mengikatmu
agar tak berserakan di tong sampah
Kau tahu aku membencimu
Tapi kau tak mau tahu
aku benci membencimu.
Mengenai Saya
Senin, 01 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar